Kapsul Cacing untuk Tipes

hamilife.co.id

Kapsul cacing untuk tipes merupakan bukan hal baru di dunia kedokteran dan kesehatan dunia. Bahkan dapat dikatakan merupakan salah satu hal yang disarankan oleh dokter sebagai pengobatan alternatif.

Tifus atau demam tifoid merupakan sebuah penyakit menular yang dapat ditularkan melalui makanan maupun minuman terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Bakteri ini akan menyerang imun tubuh dan menyebabkan demam tinggi.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tifoid memang bukan penyakit asing dan seringkali dialami anak-anak. Apabila penanganannya tidak tepat dapat menjadi salah satu penyebab kematian.

Oleh sebab itu, ada berbagai metode digunakan oleh medis untuk menangani penyakit ini. Salah satunya dengan menggunakan kapsul dari ekstrak cacing tanah. Bagaimana fakta mengenai obat herbal penyembuh tifoid ini, mari simak penjelasannya.

7 Fakta Mengenai Kapsul Cacing untuk Tipes

Penggunaan ekstrak cacing tanah untuk pengobatan berbagai penyakit memang sudah dilakukan sejak 2000 tahun silam. Awalnya di negeri Tiongkok hingga menyebar ke kawasan Asia lainnya, lalu berbagai negara.

Bukan hanya tipes saja, tapi ekstrak cacing tanah juga mampu mengatasi berbagai macam penyakit lain dan menjadi obat peradangan serta alergi. Berikut fakta mengenai kapsul cacing sebagai obat tifoid:

  1. Mengatasi Demam Akibat Tipes

Demam merupakan gejala tipes yang paling umum terjadi dan menjadi indikasi bahwa seseorang terserang bakteri salmonella. Demam yang dialami penderita tifoid sulit turun sehingga perlu diberikan obat antibiotik.

Ekstrak cacing tanah menjadi salah satu obat yang diberikan untuk menurunkan demam ini. Namun, menurut penelitian yang dilakukan Septianda, dkk dari Departemen Mikrobiologi dan Farmakologi Universitas Airlangga justru sebaliknya.

Ekstrak ini tidak menunjukkan kemampuan untuk melawan bakteri salmonella. Selain itu, penggunaannya bersamaan dengan antibiotik siprofloksasin tidak memberikan efek kesembuhan pada pasien hanya menurunkan demam saja.

 

  1. Tidak Mampu Membunuh Bakteri Salmonella

Dalam beberapa penelitian, diketahui bahwa sifat antibiotik dalam kapsul cacing belum mampu membunuh bakteri salmonella. Akan tetapi, penggunaan kapsul cacing untuk tipes tetap dipercaya sebagai pengobatan herbal.

Karena kemampuannya dalam menekan demam dan gejala tifoid sehingga membuat penderita mengalami kemajuan. Hanya saja, sebagian besar dokter tidak menyarankan pengobatan alternatif ini.

  1. Mampu Menekan Tipes

Zat yang ada dalam kapsul cacing memang mampu meredakan demam dan peradangan pada penderita tifoid sehingga menekan gejalanya. Banyak pasien bisa kembali sehat setelah mengonsumsinya.

Akan tetapi, di beberapa kasus infeksi dapat kembali terjadi karena tidak ada penggunaan antibiotik. Jadi, paling tepat adalah menggunakan antibiotik sebagai pembunuh bakteri salmonella dan kapsul cacing sebagai penurun demamnya.

  1. Bisa Menimbulkan Efek Samping

Bagi pasien yang memiliki masalah dengan pencernaan dan menderita tipes di saat bersamaan, sebaiknya tidak mempergunakan kapsul cacing untuk tipes sebagai metode pengobatan. Karena dapat menyebabkan efek samping.

Efek samping yang paling umum terjadi adalah mual, muntah, dan diare. Meskipun di kondisi normal kapsul ini merupakan obat dari permasalahan pencernaan, tapi di kondisi khusus bisa berefek sebaliknya sehingga harus berhati-hati.

  1. Pro dan Kontra di Dunia Medis

Kapsul cacing untuk tipes memang masih menjadi pro dan kontra di dunia medis. Sebab belum ada hasil penelitian yang benar-benar bisa menyatakan bahwa kandungan di dalamnya mampu atasi tipes.

Kebanyakan penelitian hanya mendapatkan kesimpulan bahwa kandungan antibakteri dalam ekstrak hewan penyubur tanah tersebut mampu meredakan gejala, bukan penyakit secara keseluruhan.

  1. Masih Dianggap Sebagai Obat Alami untuk Mengatasi Tifus

Meskipun masih menuai pro dan kontra dalam penggunaannya sebagai obat tifoid, tapi masih banyak orang yang percaya dan menggunakannya. Hal ini disebabkan obat alami satu ini memang sudah dikenal sejak lama.

Bahkan pada zaman dulu sebelum adanya obat kimia dan pengobatan modern, sebagian besar masyarakat menggunakan obat herbal ini untuk mengatasi berbagai gejala tifoid sehingga kebiasaan ini sulit dihilangkan.

Kebiasaan turun menurun yang diwariskan oleh leluhur ketika efeknya positif memang tetap baik diikuti. Termasuk penggunaan obat herbal dari ekstrak cacing ini, karena efek negatifnya tidak mengalahkan efek positifnya sehingga tetap digunakan.

  1. Dijadikan Obat Pendamping Atasi Tifus

Walaupun tidak ada penelitian yang jelas menyatakan ekstrak cacing tanah bermanfaat sepenuhnya sebagai antibakteri. Tapi masih banyak disarankan sebagai obat pendamping.

Hal ini karena kandungan di dalamnya yang sangat kaya, mulai dari memiliki kemampuan untuk meningkatkan imunitas, antioksidan, hingga sebagai antiradang. Dengan mengonsumsinya sebagai obat pendamping, gejala-gejala tifus dapat ditekan.

Bahkan pasien yang mempergunakan pengobatan ini bisa memperpendek masa penyembuhan. Namun, sebaiknya jangan konsumsi tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Kesimpulan yang didapat adalah penggunaan obat herbal berupa kapsul cacing untuk tipes memang tidak dianjurkan sebagai obat utama. Sebab kandungan di dalamnya belum mampu membunuh bakteri salmonella.

Akan tetapi, antibakteri di dalam obat herbal ini mampu menurunkan gejala demam dan peradangan pada penderita tipoid. Oleh sebab itu, masih banyak yang menggunakannya untuk mengatasi penyakit tersebut.

Sebagai obat yang memiliki banyak khasiat dan dikenal sebagai sejak dulu kala sebagai obat tifus, kamu bisa menjadikan herbal ini sebagai alternatif pengobatan. Bisa dikonsumsi saat masa penyembuhan untuk tingkatkan imun tubuh.

Bagi kamu yang ingin merasakan manfaatnya, sekarang tidak perlu bersusah payah. Karena Kapsul cacing untuk tipes ini dapat ditemukan dengan mudah di toko herbal maupun apotek terdekat dengan harga cukup terjangkau.